Leave a comment

Kitalah Para Musafir Cinta (Versi Puisi)

Kitalah Para Musafir Cinta,,,

Ketika Adam dan hawa dicipta ia menemui satu kata Perjuangan

Perjuangan melawan hawa nafsu tak tertahankan dari hasut Syaitan

Lalu Allah memberikan CintaNya,

Hukuman untuk turun ke dunia

 

Kitalah Para Musafir Cinta,,,

Ketika Nuh tercemooh dari kaumnya, selalu teguh dan sabar akan yakinnya

Berusaha terus memahami perintah Allah

Buatlah Perahu!!!

Lalu Allah memberikan CintaNya, Banjir Melanda kaumnya,

dan diselamatkan umatnya yang taat

 

Kitalah Para Musafir Cinta,,,

Ketika Api membakar Ibrahim Hidup hidup saat Namrudz berang akan tingkahnya,

Patung patung yang tak layak disembah itu hancur,

Ia terus yakin dengan keimanan yang teguh

dan tawakalnya mutlak

Lalu Allah memberikan CintaNya,

“Hai api, menjadilah engkau dingin dan keselamatan bagi Ibrahim.”

 

Kitalah Para Musafir Cinta,,,

Ketika Musa memukulkan tongkatnya kelaut merah

Tak tau apa yang menjadinya yakin akan terjadi kemudian

hanya kalimat yang muncul

Sesungguhnya Allah bersamaku

Lalu Allah memberikan CintaNya, terbelahlah laut merah itu

 

Kitalah Para Musafir Cinta,,,

Ketika Ummul Mu’minin Khadijah wafat,

Sedihnya bertambah-tambah ketika sang paman juga wafat,

Di gersangnya tanah arab gurun itu,

Ia menuai dahaga dan lapar dalam pengasingan

Lalu Allah memberikan CintaNya,

“Bersabarlah, Sesungguhnya Pertolongan Allah itu dekat!”

 

Kitalah Para Musafir Cinta,,,

Ketika batu batu menghujam di Thaif

Ketika Hamzah melindungi dari kepungan Kafir Qurays di depan Ka’bah

Ketika Bilal di tindih batu Abu Jahal

Ketika Amr bin Yassir melihat orang tuanya disiksa

Dan Ketika Perjalanan dengan kepayahan Hijrah ke Madinah

Allah Selalu memberikan CintaNya, berkata pada Abu Bakr

“Sesungguhnya Allah bersama kita”

 

Kitalah Para Musafir Cinta,,,

Saat Anshar disaudarakan Muhajirin

Separoh harta Anshar untuk muhajirin,

Karena Cintaku adalah Cintamu,

dan Ukhuwah ini ada karena Iman dan Dakwah,

terimalah cintaku dalam manisnya Cinta Allah,

duhai saudaraku

 

Kitalah Para Musafir Cinta,,,

Saat Badar menghadang,

Di dada Rasulpun dirundung ketakutan yang sangat,

Sampai tangannya terangkat tinggi-tinggi dan jubahnya terjatuh,

Lalu Allah memberikan cahaya CintaNya,

Sepasukan Malaikat turun dari langit menemui medan Jihad.

 

Kitalah Para Musafir Cinta,,,

Saat Khandaq menyapa,

Batu batupun tak kunjung terpecahkan,

Perut terikat dua batu karena kelaparan,

Dengan yakin yang amat sangat terhadap Cita Agung,

Penaklukan Istana Merah Syam, Istana Putih Persi,

Serta Pintu-pintu Shan’a,,,

Lalu Allah memberikan CintaNya, Hingga hancurlah batu batu penghalang itu,

 

Kitalah para musafir Cinta,,,

bersatu dalam satu Tujuan, bersatu dalam satu barisan,

berjalan dalam satu jalan yang sama, bersatu dalam satu bendera,

saling membantu mencapai tujuan,

dari dahulu hingga esok dalam satu perjuangan,

 

Kitalah para Musafir Cinta,,,

selayaknya Musafir yang kehausan, semakin berjalan mencapai tujuan,

semakin ingin sampai untuk mereguk,

segarnya air telaga di ujung perjalanan,

Duduk di pelataran singgasana yang ditumbuhi pohon rindang kebanggaan

Syurgawi,,, Telaga Kautsar,,,

 

_Revised Version_

Yogyakarta, 14 Oktober 2011

pkl 08:57

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: