Leave a comment

Average High : Bangunnya Orang-Orang Yang Berselimut Menjadi Generasi Luar Biasa!!

Di dalam Al-Qur’an ada dua nama  surat yang artinya kurang lebih sama yaitu ‘orang yang berselimut’,  pertama surat  Al- Muzzammil dan yang kedua surat Al-Muddatstsir. Yang pertama menyuruh yang diseru bangun dari selimut untuk menegakkan sholat malam, dan yang kedua menyuruh bangun dari selimut untuk kemudian memberi peringatan.  Saya terinspirasi oleh dua surat ini  karena merasa begitu beratnya untuk bangun di malam yang dingin, bangun dari hangatnya selimut dan nikmatnya tidur lelap. Tetapi rupanya justru disini-lah letak pembelajarannya bagi orang-orang yang ingin membuat perubahan besar dalam hidupnya, baik untuk dirinya sendiri, keluarga, masyarakatnya, negara, bahkan Bangsanya dan Dunia sekalipun.

Ketika menjelaskan tafsir surat Al Muzammil, Ibnu Katsir menyampaikan bahwa surat Al Muzzammil yang terdiri dari 20 Ayat itu, turun dahulu 19 ayat sedangkan ayat terakhir – ayat ke 20 ditahan Allah di langit selama 12 bulan. Ayat yang terakhir inilah yang merubah sholat malam yang semula wajib (berdasarkan 19 ayat yang pertama) menjadi sunnah. Artinya generasi awal para sahabat mendapatkan penggembelengan khusus berupa sholat malam yang panjang, separuh kurang sedikit atau bahkan lebih dari separuh malam – selama 12 bulan penuh !.

Tidak heran maka generasi para sahabat yang merupakan generasi terbaik dari umat ini dapat mencapai apa yang oleh istilah management modern disebut average high, orang rata-rata, tetapi rata-rata yang sangat tinggi. Secara rata-rata sangat tinggi kwalitas mereka –bukan hanya satu atau dua saja yang tinggi kwalitasnya – tetapi menyeluruh, ya antara lain karena digembleng melalui sholat malam- sholat malam yang panjang dan kontinyu tersebut diatas.

Meskipun tidak lagi diwajibkan, sholat malam yang panjang dan kontinyu ini antara lain tetap menjadi ciri khas umat generasi sesudahnya yang juga masih sangat unggul. Hal ini terus berlanjut hingga ke zaman modern ini, tokoh-tokoh pejuang Islam abad ini-pun meskipun tidak lagi menjadi kewajiban, mereka tetap mewajibkan dirinya sendiri untuk secara istiqomah menjalankan sholat sunnah di waktu malam ini.

Dengan contoh dari ayat-ayat tersebut diatas dan juga apa yang dilakukan oleh umat ini terdahulu, maka sesungguhnya di jaman inipun kita seharusnya masih juga dapat membangun generasi orang-orang yang rata-ratanya unggul – average high –  yang kapasitasnya sepuluh kali (Lihat: QS 8:65) atau setidaknya dua kali (Lihat:QS 8:66) dari kapasitas rata-rata musuh ( dalam bidang apapun). Awalnya ya di mulai dengan belajar istiqomah sholat malam yang panjang untuk waktu minimal satu tahun – dan tentu tidak kemudian meninggalkannya setelah itu.

Mengapa sholat malam ini begitu berperan dalam membangun pribadi-pribadi unggul tersebut ?, bayangkan pembelajaran dan pelatihan yang dihasilkannya – selain dikabulkannya Do’a mereka di akhir malam. Bila melawan rasa kantuk saja kita tidak bisa, apakah kita akan bisa melawan musuh yang jauh lebih besar dari itu ?. Bila meninggalkan kenikmatan kehangatan selimut di malam hari saja kita tidak rela, apakah kita akan rela ber-korban untuk tantangan yang lebih besar ?.

Musuh itu datang dalam berbagai bentuknya di sekitar kita. Ada riba yang bila kita tidak tinggalkan kita akan menjadi musuh Allah dan RasulNya  (QS 2 : 279), Ada ketidak adilan ekonomi yang memiskinkan sebagian besar umat ini, ada raksasa-raksasa konglomerasi yang siap mengambil satu-satunya kambing kita melalui keunggulan ‘perdebatannya’ dlsb.dlsb. Tidak kah kita tergerak untuk bangun dari selimut kita untuk bisa melawannya ?.

Apa yang telah kita capai dalam bentuk kemewahan hidup, pekerjaan yang baik, gaji dan  fasilitas Kuliah yang baik – kadang melengahkan kita untuk berbuat sesuatu yang riil bagi umat yang luas. Kemewahan yang kita nikmati di tempat kerja, di rumah, di kampus kadang juga membuat  kita ignorance – masa bodoh, bahwa lingkungan kerja kita sehari-harinya bersentuhan dengan riba,  riswah dan sejenisnya. Bahwa pekerjaan kita membuat kita bekerja untuk pemilik 99 ekor kambing yang dari waktu kewaktu mengembangkan teknik ‘berdebat’ sehingga bisa mengambil satu-satunya kambing yang dimiliki oleh kebanyakan umat. Bahwa Ilmu yang kita Pelajari ternyata bukan milik kita dan bukan untuk kemerdekaan dan kemajuan ummat Islam.

Tidakkah kita takut bila Allah bertindak sesuai janjinya  ? : “Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar.” (Al Muzzammil – 11).

Ayo sekarang kita bangun generasi average high di segala bidang, kita taklukkan musuh juga di segala bidang. Generasi yang setiap diri kita mampu menaklukkan sepuluh atau setidaknya  dua kali kekuatan musuh. Ayo bangun dari selimut kita….! Musuh kita sangat beragam dan jadikanlah mereka Average low karena kita adalah generasi average high. 

DAHSYAT LUARBIASA!! 

Salam Super, Salam Master !!

dikutip dari tulisan Muhaimin Iqbal

di Edit dan diperbaharui sebagai bahan Inspirasi oleh

Hanif Imsa Alfasandi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: