1 Comment

Sikap Indibath dan Intima’ Bagi aktivis Dakwah

Dalam aktivitas dakwah secara kolektif seringkali masalah yang timbul adalah permasalahan manajemen. Allah memerintahkan untuk berorganisasi dalam berdakwah seperti tertuang dalam surah As-Shaf ayat 4, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang dijalanNya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” Ali Ibn Abi Thalib juga mengatakan kejahatan yang terorganisir akan mampu mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir. Maka sesungguhnya menjadi hal yang prioritas dalam dakwah kita menyusun bangunan organisasi yang kokoh dengan manajemen yang baik. Manajemen ini meliputi manajemen secara kolektif, yaitu sistem dan manajemen Individu yang pada akhirnya mengisi manajemen kolektif dari sebuah sistem organisasi.

Namun seringkali bangunan dakwah yang besar dengan sistem yang telah tersusun tidak mampu bekerja secara produktif, dikarenakan sudah kehilangan komitmen sebagian anggotanya yang tidak menjalankan sistem itu dengan baik. Ada dua masalah mendasar, bisa jadi sistemnya yang bermasalah atau faktor kepahaman Individu. Semuanya harus diperbaiki secara bersamaan.

Dengan sistem organisasi yang besar, tahapan yang semakin menanjak dan lini kerja yang luas menjadikan sistem manajemen organisasi dakwah yang terus harus berkembang. Disamping itu penyesuaian para da’inya harus berjalan beriringan. Dalam hal manajemen Individu, permasalahan yang seringkali ditemukan dalam sebuah organisasi adalah masalah Indibath sikap disiplin) dan Intima’ (Loyalitas jama’i). Jika sistem organisasi telah mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungannya dengan manuver manuvernya. Maka niscaya harus dibarengi dengan penyesuaian Individu terhadap sistem organisasi tersebut. Terlebih dalam jama’ah dakwah. Jika tiap-tiap individu didalamnya bersikap disiplin, komitmen dan loyal terhadap sistem yang ada, maka sikap itu secara kolektif akan merepresentasikan sebuah organisasi dengan manajemen yang baik, penuh dengan keteraturan. Namun jika banyak yang tidak disiplin, komitmen, bahkan loyal. Itulah sesungguhnya gambaran dari manajemen organisasi secara kolektif.

Permasalahan kedisiplinan, tepat waktu atas janji yang telah disepakati merupakan salah satu ciri yang seharusnya dimiliki oleh umat Islam, terlebih bagi para da’i di jalan Allah. Karena sesungguhnya ia lah seorang tauladan. Tauladan bagi dirinya dan orang lain, entah bagi jundi-jundinya maupun orang ammah. Ada 2 poin sesungguhnya yang menjadi titik tekan, yaitu Disiplin dan kesepakatan.

Keduanya merupakan adab pergaulan sesama muslim yang telah diperintahkan oleh Allah dalam surah An-Nahl 91: “Dan tepatilah Janji dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu melanggar sumpah setelah diikrarkan, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan kaum Muslimin untuk menepati perjanjia serta berusaha untuk disiplin dan komitmen untuk memenuhinya. Dalam tafsir jalalain dijelaskan bahwa dalam ayat ini, semua ikatan perjanjian yang dibuat dengan kehendak sendiri wajib dipenuhi baik perjanjian itu dengan sesama muslim ataupun terhadap orang diluar Islam. Karena Allah telah ditempatkan menjadi saksi ketika akad janji itu diikrarkan. Huruf lam dalam “wa laa tanqudhu” merupakan laa nahiy yang berarti larangan. Maka Allah akan memberikan pahala terhadap orang yang menepati janji, dan membalas dengan azab bagi mereka yang mengkhianati janji yang telah diucapkan. Karena sesungguhnya Allah lah yang menilai siapa yang berusaha memenuhi janji dan siapa yang tidak.

Bahkan Allah menegaskan dalam Surah Al-Maidah ayat 1: “Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji ….. “. Kata Aufu bil’ukud adalah fi’il amr yaitu kata kerja perintah. Dan ayat ini ditujukan terhadap orang-orang yang beriman. Yang diperintahkan untuk memenuhi janji terhadap Allah dan disiplin terhadap janji dalam pergaulan antar manusia.

Sungguh luar biasa jika seluruh komponen dalam suatu Jama’ah dakwah menjalankan perintah Allah ini secara 100%. Kadang hambatan terjadi karena ketidak disiplinan salah satu komponen, sehingga menghambat komponen yang lain bagaika efek domino. Disinilah letak dari amal Jama’i kita para aktifis dakwah. Seharusnya bisa saling bersinergi membangun, bukan menghambat dan meruntuhkan. Ditambahlagi perjanjian itu diawali dengan kesepakatan, yang itu artinya melalui mekanisme Syuro(Musyawarah) seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Sesungguhnya inilah yang akan membentuk kepribadian muslim secara kolektif. Dan akan merepresentasikan dakwah secara kolektif jama’i.

Dan sungguh mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah, tidak akan berbalik kebelakang (mundur). Dan perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungjawabannya.” (Al-Ahzab 15). Sungguh Allah telah menyaksikan umat Islam yang berjanji setia kepada Rasulullah yang itu artinya berjanji setia kepada Allah (Al-Fath 10). Allah telah memerintahkan keteraturan dalam dakwah menyeru kepada kebaikan, menyeru pada Islam. Keteraturan itu di representasikan dalam agenda Jama’i kita dengan sikap Indibath dan Intima’. Sesungguhnya sikap disiplin dan loyalitas kita bukan terhadap Individu, namun terhadap sistem Islam yang telah ada. Selama qiyadah dan Jama’ah bergerak sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunah. Maka sikap Indibath(Disiplin) dan Intima’(Loyalitas) para Aktivis dakwah adalah sikap terhadap Allah dan Islam itu sendiri. Dan kesemuanya itu akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT. Wallahu’alam bi Al-Shawab

One comment on “Sikap Indibath dan Intima’ Bagi aktivis Dakwah

  1. ya dengan kita indibath(disiplin) dan Intima'(loyalitas) terhadap aturan Allah, Indonesia bisa besar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: